08/29/2005
Mission Accomplished
Mission accomplished, meski capek.
04.30-05.05 : cinere ke gambir.
05.30-09.00 : stasiun gambir ke stasiun bandung.
09.00-09.30 : nunggu angkot di depan stasiun; panas2, angkot lama banget, pas udah dapet supirnya sempet ditilang polisi, nunggu lagi deh.
09.30-10.00 : stasiun bandung ke ciumbuleuit.
10.00-12.30 : ngasih "tanda terima kasih" buat dosen pembimbing yang lagi buru2 mo ada sidang; ngasih buku buat perpus jurusan; minta transkrip terakhir; nunggu transkrip jadi, lama banget berhubung mas-mas TU lagi pada sibuk berat, sampe-sampe gatel pengen bantuin aja seandainya ada yang bisa dan boleh dibantuin; ngobrol-ngobrol dikit soal masa depan sama mila, temen seperjuangan nunggu transkrip; fotocopy pleus legalisir transkrip yang alhamdulillah jadi juga.
12.30-13.10 : makan siang bareng mila ma inong di tante.
13.10-13.25 : ciumbuleuit ke stasiun bandung.
13.40-17.10 : stasiun bandung ke stasiun gambir; gila nih parahyangan, dikit2 berenti, udah gitu ACnya dingin banget!
17.15-19.50 : gambir ke cinere; astaghfirullahaladziiimmm...di mana2 macet!
Kalo diitung-itung, kurang lebih 9 jam waktu abis di jalan, duduk, ya di kereta, ya di mobil. Tapi gapapa! Yang penting sekarang transkrip dah di tangan, melengkapi surat lulus yang udah duluan, dan gw bisa memulai perjalanan baru...cari kerja!!!!!!
22:45 Permalink | Comments (0) | Email this
Subuh Sekarang dan Waktu Itu
04.15
Siap berangkat ke gambir, demi nyampe bandung pagi-pagi, demi selembar transkrip nilai, yang mudah-mudahan benar sudah ada seperti yang kemaren jumat dijanjikan pada saya, yang akan langsung saya fotocopy mungkin 20 kali, dan langsung minta dilegalisir alias dicap.
Suasananya sama seperti waktu itu. Persis. Hari yang sama, waktu yang sama, tujuan yang sama. Hanya bedanya waktu itu saya nunggu dijemput seorang teman untuk ke bandung bareng, tapi sekarang saya sendiri. Kalau ingat, sesak itu terasa lagi.
Ah ya sudah. Jangan sengaja dilupa-lupain, kalo emang ga bisa. Nikmatin aja -kata seorang teman di teknik lingkungan sahid.
04:20 Permalink | Comments (9) | Email this
08/27/2005
Still..
If you find yourself in love with someone who does not love you, be gentle with yourself. There is nothing wrong with you. Love just didn't choose to come in the other person's heart. Be glad that it came to live for a moment in your life. So please, don't deny love just merely because you don't want to be hurt. If you keep your heart open, love will come again.
Mengutipnya dari blog Turi, membacanya berulang kali, ternyata belum bisa mengurangi rasa ini. Masih sakit.
20:45 Permalink | Comments (9) | Email this
08/19/2005
Lampu Padam, Bapak Pulang Malam
"Waalaikumsalaaaamm..!!! Kok baru pulang pak?"
"Iya, orang menterinya juga baru pulang"
"Menteri? Dia dateng?"
"Iya, jawa bali mati semua"
Melihat jam di dinding ruang makan, jarum pendeknya menunjuk angka 12 lewat sedikit, dan jarum panjangnya menunjuk angka 3. Anggaplah waktu standar orang pulang kantor jam 5 sore, berarti 7 jam lebih bapak ngaret. Ngaret pulang ke rumah. Ngaret untuk tetap ada di kantornya. Ngaret untuk memberikan penjelasan.
"Aaaahhhh...Masya Allah...capeeekk..." ujarnya sambil merebahkan sesaat tubuhnya di kasur dan memejamkan sejenak matanya, sebelum akhirnya beranjak ke kamar mandi.
"El Shinta minta wawancara lagi sekarang". "Udah, sekarang tidur. Besok lagi aja. Teh, bikinin teh manis anget sana" mamah menyuruhku yang saat itu ikut bergabung bersama mereka.
Di satu sisi aku mengerti itu tugas, kewajiban. Masyarakat berhak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi di sisi lain, melihatnya pontang - panting menjawab sms, telepon, permintaan wawancara, pertanyaan para petinggi, ingin rasanya aku berteriak "...woooiiii!!!! udah dulu dooonggg!!! tanya sama yang lain aja kek, gantian. Biarin dia istirahat dulu doooonngg..."
Beginilah jadinya kalau ada gangguan. Beginilah jadinya kalau listrik mati. Lampu padam, bapak pulang malam.
00:45 Permalink | Comments (4) | Email this
08/18/2005
Ucapan Terima Kasih Itu
Rehat sejenak dari menulis ucapan terima kasih, yang baru sampai di urutan pertama, yaitu the one and only Allah SWT. Ternyata tidak salancar itu membuat salah satu bagian dari skripsi final, yang dulunya saya kira adalah bagian termudah.
"...baru mau ngerjain bab 3 niy, bingung mulainya. Coba kalo bisa nulis ucapan terima kasih duluan, pasti gw lancar banget deh..."
Salah besar. Membuat ucapan terima kasih tidak jauh berbeda bingungnya dengan membuat bab 1,2,3,4, dan 5. Bingung menuliskan kata - kata yang tepat. Tapi yah paling tidak, lumayan menyenangkan memikirkan siapa saja yang akan saya masukkan ke dalamnya nanti.
Oiah! Menyenangkan juga menyadari beruntungnya saya; sekarang sudah "dipusingkan" oleh ucapan terima kasih, sementara beberapa teman saya di bandung masih "dipusingkan" oleh sidang yang akan dihadapi dalam beberapa hari ini. Heuheuheuhh sukses yah teman - teman! =D
22:30 Permalink | Comments (0) | Email this
08/17/2005
Seneng...gak...seneng...gak...seneng...!!
Belum genap dua minggu ngerasain suasana tenang tanpa beban pasca - kelulusan; dengan asumsi bahwa revisi, hard - cover, surat lulus sementara, cv, dll bukanlah beban, sederetan pertanyaan yang sebelumnya emang udah pernah kebayang, keluar juga. Pertanyaan - pertanyan yang biasanya keluar kalau lagi ngumpul sama keluarga besar.
Tadinya gw pikir dateng ke acara keluarga dengan predikat sudah lulus kuliah bisa cukup membanggakan. Well, emang siiiyyy, tapi ternyata cuma sesaat. Ga sampe lima menit setelah ungkapan ikut senangnya mereka dengan kelulusan gw, akhirnya keluarlah pertanyaan - pertanyaan itu...
"Terus udah kerja sekarang?" --> plis dong gw kan baru minggu lalu lulus!
"Mau ngelanjutin lagi kuliah ga?" --> kalaupun iya, masa sekarang juga sih? yang bener aja! gw kan cuma cewe normal yang ga segitu addictednya sama sekolah!
"Jadi kapan nih undangannya?" --> undangan...undangan..undangan wisuda cuma buat orang tua gw aja tuh..tuh..tuh..tuh..
Ffffyyuuhhhh...mungkin kaya gini yah orang hidup itu. Lahir, sekolah, kuliah, kerja, nikah, punya anak, dst..dst...Satu selesai, ditanya udah ngejalanin yang selanjutnya apa belum. Yaaaahhh emang sih urutan masing - masing orang ga sama. Tapi kurang lebih kan begitu. Tapi kenapa sih mereka harus nanyain setiap ketemu? Tanda perhatian? Mungkin. Basa - basi karena jarang ketemu? Bisa jadi. Tapi yang jelas buat gw kadang pertanyaan - pertanyaan kaya gitu cukup mengganggu. Apa karena pas ditanya gw ga bisa jawab "iya" ya? Kerja --> belum. Nikah --> apalagi! Aaarrrggghhh tau ah!
Untunglah di tengah - tengah ketidaknyamanan kaya gitu, acara keluarga di semarang kemarin diwarnai dengan kelucuan tingkah laku salah satu sepupu gw yang lagi masa - masanya bikin kita "...ckckckck..."
Ckckckck...azka...kamu sekarang genit deh! Kalo difoto pasti gayanya ga ada yang normal. Kalo ga manyun, matanya dimeremin sebelah. Udah gitu keukeuh banget pengen bawa handycam ke mana2. Kasian kan ayah takut handycamnya knapa2...Btw...kangen nih pengen ngesun pipi kamu sama gigit tangan kamu...hoohohoho...main ke cinere dong!! =D
00:10 Permalink | Comments (1) | Email this
08/16/2005
Kangen
Pintu dibuka dan si gadis melihat sosok itu tertidur pulas di samping sang suami. Tenang, tapi entah kenapa raut mukanya seperti sedang memikirkan sesuatu, meskipun matanya tertutup. Hanya untuk meminjam telepon selularnya demi memindahkan file foto ke komputer, si gadis membangunkannya dengan suara pelan. "Kenapa?" tanyanya. "Mau mindahin foto". "Di tas item" ujarnya singkat.
Sejak perjalanan dari airport sampai ke senayan beberapa hari lalu, mungkin percakapan tadi adalah yang "lumayan panjang" antara mereka berdua. Tidak ada dialog ataupun sapaan, kalau tidak untuk menyampaikan pesan dari orang yang meneleponnya kala dia tidak di rumah; kalau tidak untuk memberitahu ke mana putranya pergi padahal baru satu jam ada di rumah sepulang sekolah; kalau tidak untuk memberitahu bahwa si gadis mau meminjam mobilnya; kalau tidak untuk meminjam telepon selularnya.
Dingin.
Sang kepala keluarga berusaha menghangatkan suasana dengan mengajak si gadis makan malam bersama di meja makan; seperti yang biasanya mereka lakukan, makan malam dengan format lengkap, ketika si gadis tidak sedang di kota tempatnya menuntut ilmu. Dua kali ajakan itu ditolak. Dua hari berturut - turut.
Sampai kejadian percakapan "lumayan panjang" tadi, si gadis menyadari sesuatu. Dia kangen dengan sosok yang baru saja dilihatnya. Meskipun perasaan sedih, kesal, dan kecewa itu belum sepenuhnya hilang. Masalahnya sepele. Kamar baru dan kaitannya dengan eksistensi si gadis di rumah baru. Tapi tidak sesederhana itu. Bukannya si gadis tidak berusaha memahami. Tapi setiap usahanya selalu berujung pada perasaan - perasaan itu tadi. Mungkin si gadis hanya sedang sensitif. Entahlah. Yang jelas ia kangen.
23:40 Permalink | Comments (1) | Email this
Just Can't Get You Out... Sial!
...Do you love me? Or am I just another trip in this strange relationship? You push and pull me. And I'm about to loose my mind. Is this just a waste of time. Keep acting like you own me...
Darren Hayes' Strange Relationship; Mengutip dari blog seorang teman.
Menghapus semua smsnya; I did it once.
Menghapus nomornya; I did it more than twice.
Menghapus gambarnya; I dit it once, but now I have more than ten picture that I don’t even wanna try to delete.
“Beda loh antara ga bisa dan ga mau..” one of my house - mate told me.
Terfikir untuk menghapus lagi semua smsnya.
Terfikir untuk menghapus lagi nomornya.
Terfikir untuk menghapus lagi semua gambarnya.
Tapi buat apa…
Kalau kata2 di smsnya ga pernah lupa.
Kalau nomornya selalu hafal di luar kepala.
Kalau gambarnya tidak hanya ada di satu tempat.
Aaaarrrgggghhhh…Sial..!!
...I looked at you a thousand times. This time when I looked at you. There was something new. How could I be so blind. We shared our secrets in the dark. And though we were only friends. I don't know when the feeling changed within my heart...
...I'm wonderin if you feel the same way I do. Then we both could be together forever. Why do I hide all my feelings inside. If I know your the only one for me. The deeper that it gets. The harder that I fall, fall baby…
Monica's I Keep It To Myself; Juga mengutip dari blog yang sama.
O ya by the way, posting ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan posting "Menangis Semalam" sebelumnya...attention especially for my dear friend inong =)
21:50 Permalink | Comments (2) | Email this
08/15/2005
Menangis Semalam
Senayan - Pondok Labu - Cinere
Sekarangpun masih terasa sesak
Ingin aku keluarkan tapi ntah bagaimana
Jadi ya sudahlah...
22:45 Permalink | Comments (5) | Email this
08/10/2005
Hahh??!!!
Pikiran itu muncul tiba - tiba bahkan saat film belum juga selesai. Pikiran yang sama sekali tidak pernah terlintas selama 21 tahun terakhir ini. Pikiran yang lumayan bikin bingung diri sendiri. "Kok bisa yaa..??"
Malam itu kalau tidak salah adalah malam ke-dua setelah saya menjalani sidang akhir. Malam di mana saya juga sedang menunggu the apprentice yang mulainya tidak tepat jam sepuluh malam. Sendiri di kamar kost yang sekarang ini sudah kosong, saya tidak pernah menyangka menonton film itu membuat saya memikirkan sesuatu yang benar2 itu tadi, "kok bisa yaa..??"
"Pengen belajar nari deh...salsa lucu juga.." Hah???!!!!
Gara - gara musik itu. Gara - gara diego luna. Gara - gara Dirty Dancing 2.
Film itu bukan film pertama tentang tarian yang saya tonton. Sebelumnya pernah nonton film serupa, tapi saya lupa apa saja judulnya. Tapi yang jelas film itu adalah film pertama yang bisa membuat saya memikirkan bentuk seni lainnya selain menyanyi.
=D
00:10 Permalink | Comments (1) | Email this


